Rabu, 23 Oktober 2013

Puisi Karya Anak XI C Bahasa TBS Kudus


SAHABAT
Oleh : M. Faiqurrahman  (30 )
Setiap waktu
Kau dan aku selalu bersama
Hari demi hari kita lewati
Suka dan duka
Sedih maupun senang
Di saat aku kesusahan
Kau selalu ada untukku
Setelah bertahun-tahun bersama
Tapi mengapa engkau telah pergi
Aku selalu berharap kepad ilahi
Untuk dipertemukan kembali
Oh SAHABAT …..






HIDUP
Oleh : Alba Taqwa Akbar
Saat kumakan
Sebungkus permen nano-nano
Kuraskan  manis, asem, asin
Bermacam-macam terasa
Seperti kehidupan ini
Ada suka ada duka
Begitu rumit hidup ini
Namun apa adanya
Takdir ditangan kuasa
Tak ada daya untuk kita rekayasa








SEBUJUR BANGKAI
Oleh : Ulin Nuha
Badan pun takberharga
Sesaat di tinggal nyawa
Anak istri tercinta
Tak sudi lagi bersama
                Secepatnya jasad dipendam
                Karna tak lagi dibutuhkan
                Dari yang semula dipuja
                Kini bangkai tak berguna
Dari kamar yang indah
Kasur empuk tilam putih
Kini harus berpindah terkubur
Dalam perut bumi
Kalau selama ini
Diri berhias kan
Emas, intan, permata
Bermandi cahaya



Tetapi kali ini didalam kuburan
Gelap pekat mencekam
Tanpa seorang teman
                Terputus lajh pergaulan
                Terkuburlah sendirian
                Diri terbungkus kain kafan
Wajah dan tubuh indah
Yang dulu dipuja-puja
Kini tiada lagi
Orang sudi menyentuhnya …..









BINTANG
Oleh : Miftakhus Surur
Oh Bintang
Engkau teman sejati bulan
Dimana ada bulan
Pasti engkau ada disana
                Walaupun engkau kecil
                Cahayamu sangat indah
                Untuk dipandang
Jika engkau tertiup awan mendunug
Bumi seakan sedih
Dan meneteskan air mata dari langit
Yang membanjiri lautan
Dan permukaan yang tandus
                Oh bintang
                Andaikan engkau dekat
                Pastilah akan kuambil
                Tuk temaniku
                Di malam yang gelap gulita ini

BAYANGAN MU
Oleh : A . Ulil Abshor
Bayanganmu selalu hadir dalam setiap malamku
Saat suasana menjadi horror
Dan mencekam
                Bayanganmu selalu dating di setiap mimpiku
                Saat aku mimpi buruk
                Bayanganmu selalu menemaniku dalam sepiku
                Saat aku merasa sendiri dan merasa ketakutan
Bayanganmu akan selalu kukenang dalam hidupku
Dan tidak akan pernah bisa aku lupakan









PERASAAN SEDIH
Oleh : Nashrul Umam
Bagaikan banjir menerjang badai
Bagaikan topan berlari-lari
Demikian rasa ini
Hilang pulang pedih peri

Hati ini seolah menangis
Luka yang kuderita amat dalam
Tak seorang pun tahu
Bahwa hatiku gundah

Meratap diri
Bersama angin pulang bersemi
Aku hanya bersedih
Demikian rasa susahku
Semuanya berakhir pergi



AMNESIA
Oleh : Ahmad Zaky Fuad
Amnesia
Sedikit orang yang mengalaminya
Bagaikan kapas diterpa oleh angin
Hilang segala-galanya

Amnesia
Adakah memori yang tersisa
Terhapus semua kenangan kita
Hingga tak ada yang tersisa

Amnesia
Dapatkah aku menyembuhkannya
Kan kucari obatnya
Walau harus menempuh 7 samudra




Hanya Dirimu
Oleh : Ahmad Ulul Albab
Segala yang telah terjadi
Telah terlukis dihatiku
Yang sedang ingi  di cinta
Oleh dirimu
                Tak mungkin terlupakan
                Kasih cinta yang kau beri
                Membumbung di angkasa
                Dan mengalami bintang dilangit
Hanya dirimu
Yang selalu ada dihatiku
Menjalani cinta
Di dalam pelupuk hatiku






SAYANG
Oleh : M . Lutfi Hakim
Kau tahu …..
Orang yang paling sayang padamu?
Bukan orang yang sekedar tahu
Apa yang kau suka dn apa yang kau benci
                Tapi orang yang tahu
                Apa yang terbaik bagimu
                Bukan orang yang sengaja memperhatikanmu
                Tapi orang yang mengerti keadaanmua
Bukan orang
Yang ingin memilikimu
Tapi orang yang rela kehilanganmu
Demi kebahagianmu
                Bukan orang
                Yang berani menyentuhmu
                Tapi orang yang merasa suci
                Dirimu untuk di sentuh


Hidup yang Damai
Oleh : M . Abdul Hakim
Hidup di Negri yang damai
Merasakan kenyamanan di hati
Merasakan hidup tanpa kegelapan
                Kudapat merasakan indahnya hidup ini
                Meski banyak masalah yang kuhadapi
                Kutetap dapat merasakan keindahan
                Hidup ini yang penuh kedamaian
Tidak sanggup rasanya kupergi darinya
Dari hidup yang damai sentosa
Rasanya kuingin hidup yang abadi
Ku ingin hidup seratus tahun lagi







Ku Ingin Bersamamu
Oleh : M . Abdul Hakim
Selalu ku ingat dirimu
Selalu kurindukan dirimu
Meski hidup dalam kegelapan
Semua ini darimu aku dapatkan
                Ku ingin selalu bersamamu
                Berharap taufiq dan rahmatmu
                Hidup menjadi damai
                Kemakmuran yang dating dari hati
Kukan selalu berharap kepadamu
Ijinkanku bersamamu
Ya Alaah ijinkanlah
Ku-menghamba dan menyembah






KEPEDIHAN HATI
Oleh : Yunus Ull Albab
Cinta …..
Sangat indah kusebut namamu
Sungguh tersiksa kuhidup tanpamu
Kapankah ku bias merasakan kekuatanmu
                Hatiku selalu bertanya-tanya
                Apa itu ketulusan cinta
                Apa itu kebencian cinta
Kini kau sudah tertanam
Tertanam dihatiku yang paling dalam
Mungkinkah ini selamanya
Ataukah hanya sementara
                Cinta …..
                Sungguh sulit ku melepasmu
                Kenapa kau tega cinta
                Dingin kurasakan tanpa pelukanmu
Kini kau tinggalkan aku
Dalam kepedihan dan kesakitan
Akankah kau dapat kembali dalam pelukan
Cinta yang Tak Sampai
 Oleh : Yunus Ull Albab
Di saat malam menjemputku
Aku hanya terdiam tersipu
Aku menunggu
Saat-saat kau mendampingi malamku
                Di saat pagi yang cerah
                Suara kicauan burung yang meriah
                Laksana aku disurga
                Jika kau yang mengisi hatiku
                Saat aku terdiam termenung
                                Saat tidurku
                                Aku tahu kau hanyalah mimpi bagiku
                                Andaikan saja kau di kirim untukku
                                Kau kan tahu betapa aku mencintaimu





IBU
Oleh : A . Rondi
Oh ibu …..
Kau adalah istri bapakku
Yang melahirkanku
Dan juga kakak-kakak ku
                Kau bagaikan pahlawan
                Di dalam perang Siffin
                Kau adalah lentera
                Yang selalu menerangi gelap hidupku
Ibu …..
Ku selalu menghormatimu
Dan ku ucapkan terimakasih
Atas kasih sayangmu
Yang tak pernah usai
                Semoga tuhan
                Membalas semua
                Kebaikanmu
                Ibu …..

MATAHARI
Oleh : Mirzaqul Fadli
Kau penerang alam semesta
Member kehangatan dalam hidupku
Menunjukan arah dimana kau berada
                Kaulah sang pemberi kehidupan
                Wahai matahariku
                Hanya kaulah pengering semua jemuranku












GELANDANGAN
Oleh : Faiza Annur Syafi’I
Kering sudah rasanya air mataku
Terlalu banyak sudah yang tertumpah
Menangis meratapi buruk nasibku
Nasib buruk seorang tuna wisma
                Langit sebagai atap rumahku
                Dan bumi sebagai lantainya
                Hidupku menyusuri jalan
                Sisa orang yang aku makan
Jembatan sebagai tempat perlindungan
Dari terik matahari dan hujan
Begitulah hidup yang aku jalani
Entah sampai kapan hidup begini






PUJAANKU
Oleh : Syihabul Umam
Saat pertama aku bertemu
Saling menatap muka
Takjemu ku pandang indah
Ku coba dan mencoba bertanya
                Siapakah dirimu itu
                Dan ternyata hatimu
                Merasakan yang sama denganku
                Kini aku telah bersamamu
Ku berharap hati dan cintamu untukku
Karna hanya kau yang selalu aku puja
Harus ku jaga hati dan perasaanmu
Hanya untuk diriku






Makana Cinta
Oleh : Rio Eko Saputra
Cinta …..
Resapi jiwa lepas
Jejakan perih di kalbu retak
Bertanya pada tombak menancap
Bertanya, hitung nafas tertinggal
                Cinta …..
                Resapi jiwa lepas
                Datang cahaya hangat sukma
                Pupuk benih bunga asa
                Gariskan senyum sunyi 
Cinta …..
Serahkan pad pecinta
Dapatkah mengarungi samudra kehidupan
Di atas pahit getirnya cinta   
Kan tersimpan sejuta kenangan



Mentari dan Bintang
Oleh : Khoirul Albab
Mentari …..
Bersinar dipagi hari
Betapa ingin aku bertemu
Jikalau bertemu
                Aku ingin mengucap salam
                Dikala sian engkau bersinar
                Dikala malam
                Engkau memudar
Menjadi sebuah mentari kecil
Di atas langit
Bagai mentari kecil
Di gelapnya langit
                Berkelip indah di langit malam
                Jikalau mentari kembali atang
                Kan kuingat mentari malam
                Dengan gembira kusambut datangnya siang


PUISI
Oleh : Ahmad Hilmi
Kapan lagi kau tulis untukku
Tulian-tulisan indahku ytang dulu
Warna-warni dunia
Puisi terinahku hanya untukmu
                Mungkinkah kau akan kembali lagi
                Menemaniku menulis lagi
                Kita arungi bersama
                Puisi terindahku hanya untukmu










AKU
Oleh : M . Dliyaul Haq
Aku dulahirkan bukan untuk menyakitimu
Tapi aku digariskan tak untuk membahagiaknmu hidupmu
Mungkin aku bajingan
Tapi bukan penjahat perang
Yang selalu menikam
Tyanpa belas kasihan
                Biarlah hujan menyirami
                Penyesalanku ini
                Biarlah bintang menemani
                Kegagalanku ini
                Biarlah bulan menyinari
                Kepergianku ini
                Biarlah semua jadi saksi
                Yang kualami




Cahaya Guru
Oleh : M . Hasan Shiddiq
Berkilo-kilo kau tempuh
Tak peduli hujan
Tak peduli terik panas
                Perjuanganmu
                Hapuskan kegelapan
                Dari kaum muda
Kau pemberi cahaya
Kelangsunagan mas depan bangsa
Kau pencetak bibit-bibit muda
                Ketulusanmu
                Ke ikhlasnmu
                Pengorbananmu
Kini di saat senjamu
Tersenyum puas
Melihat bibit tumbuh
                Selalu terkenang
                Dalam benak mereka
                Sang pencerah kegalapan
TBS
Oleh : Umar Said Buehanudin
Tembokmu yang hijau
Berdiri kokoh di tengah kota
Memancarkan kesegaran
Hati dan sanubari
                Orang-orang berdatangan
                Tuk menimba ilmu
                Demi tercapainya
                Nikmat dunia dan akhirat
Ooooh TBS …..
Barokahmu tak pernah habis
Walau sudah berganti zaman







Memuji Ke-Agunganmu
Oleh : Choirun Ni’am
Matahari berdzikir
Angin bertasbih
Pepohonan bertakbir
Semua memuji keagungan
                Kau ciptakan semua berpasng-pasngan
                Kau jadikan bumi sebagai tempat berteduh
                Kau ciptaan hewan tuk kami tunggangi
Ya Rabb ku pasrahkan semua jiwaku
Kusanfarkan semua hidupku
Hingga ku teteskan air mata
Yang membasahi persujudanku
                Tuk gapai ridloMu
                Tuk gapai hidayahMu
                Dan tuk memuji nikmat keagunganMu




MANUSIA
Oleh : M . Ichwan Fathoni
Hidup
Bernafas
Bergerak
Berkembang biak
Mati  













Kegarangan Cinta
Oeh : M. Niltal Amal
Burung berkicau merdu
Daun pun berguguran
Dengan suara merdu alami
Yang menyentuh hati
Hanya sekedar menyambut
Sang mentari pagi
Suasana sejuk menyertai
Aku hirup udara penuh kasih suci
                Helaan nafas cinta
                Membuat sang raja menjadi hamba
                Kegarangan istana yang
                Tak lagi menyertai
                Pasir berdebu dibuat bertumpu
                Seperti itulah orang merdeka
                Yang dilanda cinta



SAHABAT
Oleh : Abdullah Kamal
Kau begitu menarik bagiku
Meski kau kadang cuek padaku
Tapi saat kuingat jasa-jasamu padaku
Kau takkan pernah kulupa
Walau namun begitu
Kaulah sahabat terbaikku












DOSA
Oleh : Ali Shofyan Noor
Dosa sudah membeku
Menambah hina diriku
Bukan menyesal
                Kini hidupku dikelilingi dosa
                Dosa dan dosa
                Kepada Allah aku bertaubat
                Bertaubat ……..
                Hingga sedikit hilang dosa ini
 Dan aku akan lebih baik lagi
Dan aku akan lebih taat lagi
Biarpun sudah membeku
Aku tetap meradang menerjang
Menuju insane yang ilahi





Di Hatiku
Oleh : M . Maulana
Untaian kata mesra
Dan seribu puisi cinta yang kupunya
Tak mampu menyaingi indah wajahmu
                Kau adalah keindahan
                Yang menghiasi duniaku
Memandangmu ……..
Aku beraharap waktu berhenti
                Menyentuhmu ……..
                Seperti menyentuh sesuatu yang rapuh tapi sangat berharga
Kau adalah jejak
Yang iringi langkahku
                Kau adalah detak
                Yang iringi jantungku
Kau adalah air mata
Yang iringi tangisku
                Kau ada
                Di hatiku

Siapa Penerus-PenerusMU?
Oleh : habib Umar Al-faruq
Pada saat tengah malam
Pada saat ku bermunajat
Dan pada saatdiriku merenung
Aku selalu berandai-andai
Dan selalu berpikir dirimu dalm benakku
Inginya diriku menjadi seperti mu
Menjadi panutan kemadzmumahan
Menjadi cahaya bagi kegelap gulitaan
Yang dihormati oleh setiap insan
Selalu dinanti-nanti tutur katanya
Seandainya penerang dalam kegelapan itu
Telah redup dan tak dapat memancarkan Sinarnya kembali
Siapa? siapa?
Dan selalu kutanya Siapa yang akan
Meneruskan perjuanganmu ……?
Semoga terdapat insan-insan yang
Melanjutkan perjuanganmu
Oh ….. Masyayekh ku
RUJAK
Oleh : Lutfi Tsani
Manis …..
Pedas …..
Asin …..















KENANGAN
Oleh : A . Nafi’an
Waktu telah mencatat
Pada pertemuan kita
Tawa kita lara kita
Dan kebersamaan kita
Mana kala kita tidak lagi berjalan
Pada satuhalaman

Aku memilih pergi sendiri
Barang kali ……..
Kenangan tentang kita
Bias menjadi teman dikala sedih
Semua tentangmu
Masih tersimpan tapi dimemori
Ingatanku




TSUNAMI
Oleh ; syaiful Anwar
Terenung di hati kecil
Membuat gundah derita
Mengingatkan hancur
Kan Tiang istanaku
Kau dating membawa
Luka ……..
Kau hantam penuh jiwa
Ku sekali tak percaya
Keluarga tak berdosa
Menjadi korban semata
Ku sekali tak menyangka
Kedatanganmu
Membawa hancur sang raya





“LIHATLAH KAMI”
Oleh : Miftahul Huda
Negriku yang dulu sentosa
Kini menderita
Bencana alam dimana-mana
                Lihatlah tanah kami
                Setu panas menggulungnya
                Tak ada satu pun tersisa
Lihatlah kami
Disini hanya meratapi keluarga kami yang berkalang tanah
Lihatlah kami
Dingin menusuk tulang
Penyakit menyerang
                Para penguasa ….. Hanya tertawa disana
                Bukan kau ulurakan tanganmu
                Malah kau pergi ke negri orang untuk kesenanganmu
Kami harap para penolong
Dating dengan hati putih bersih
Mengulurkan tangannya

Aku Untukmu Sayang
Oleh : A. Said
Aku masih disini
Terpaku, termenung, terdiam
Dalam kelam dan gelapnya malam
Melayang angan dan fikiran
Entah, menuju kemana arahnya

Akupun masih disini
Menelusuri detik demi detik
Waktu yang berjalan mengukir kenangan
Senyum, tawa, sedih dan gembira
Semua menyatu dalam perasaan

Aku masih disini
Menanti ….. berharap …..
Aku masih tetap disini
Memeluk bayangmu dalam kegelapan mendekap kasihmu dalam hening malam
Aku, untukmu sayang

Nyanyian Sahabat
Oleh : Muas Muttaqiem
Persahabatan adalah hidup
Ia mengalir didarahku
Bergetar dinadiku
Berirama dengan tiap detik jantung
Persahabatan adalah kokoh
Setegar batu karang
Seperti tembok cina
Meski raga tumbang
Ia akan selalu tegak dalam dada yang mendendam langit
Nyanyian ini untukmu kawan
Untuk setiap gelas yang tak sempat kau teguk
Untuk kebahagian yang belum lama kau rasakan dari luka yang panjang
Nyanyian ini untukmu kawan
Untuk setiap langkah yang kau jejakan
Pada jalan-jalan takdir yang menggurat ditelapak kaki
Untuk kebersamaan kita didetik terakhir
untuk semua kebisingan ini
persahabtan adalah nyanyian ia mengaun dalam setiap desah nafasku
SAHABATKU PERGI
Oleh : Raik Rahman Hakim
Sebelum kau pergi jauh dariku
Biarkan bayangan dari tubuhku menemani langkah kepergianmu
Meski kuingin menahannya
Tapi aku tetap tak sanggup
                Aku tetap tak sanggup menahanmu pergi
                Walau aku terus meneteskan air mata
                Tak akan pernah ada guna lagi
Sahabat ……..
Kemanapun langkahmu pergi
Bayanganku akan terus menemanimu
Hingga akhir hayatku ……..







CINTA KASIHKU
Oleh : M. Ali Mansur
Cinta dan kasihmu tidak pernah hilang
Walaupun kita tak dapat bersama
Namun cintamu akan tetap tinggal di hatiku
Untuk selama lamanya
                Walaupun mengundang derita namun aku
                Tetap tabahmenghadapi  walaupun pedih
                Karena perpisahan ini allah yang tentukan
                Dan jodoh pertemuan di tangan Allah bukan kita
                Yang tentukan
Cuma kita perlu bersabar
Dan perlukan pengorbanan
Andainya cinta itu ikhlas dan jujur
Pasti akan berakhir dengan kebahagiaan





Rintihan qolbuku
Oleh : Musthofa Maulidi
Kesusahan, kesedihan
Tak membuatku sadar akan dosa-dosaku
Keindahan dunia pun, membuatku semakin ingkar akan karuniamu
Fatwa ulama’ pun, kuanggap sandiwara
                Ya Allah dalam hening malam
                Ku coba tengadahkan seluruh jiwa
                Pasrahkan segala asa
                Tuk gapai ridhomu
Ku tahu tetesan air mata
Dan segala desah murahku
Tak mengurangi
Segala dosa-dosaku
                Sinarilah jalanku
                Dengan jutaan hidayamu
                Agar aku dapat mencapai titik akhir
                Tanpa ragu dan getir yang mengganggu


MURIA
Oleh : Deni Arif husnianto
Tekuk tubuhmu mempesona
Hijau menyegarkan mata
Pemandanganmu nan indah
Menggoda insan datang
                Mengusir jemu dan lelah
                Tapi kau bisa murka
                Hancur leburkan kehidupan
                Kala manusia lupa
                Tanah longsor
                Membawa mala petaka
Jangan usili dia
Jangan jahili dia
Jangan biarkan dia gerang
Janganlah bertindak sembarang




PERCIKAN IKHLAS
Oleh : Annas Asy’ari
Saya menuntut ilmu bukan sekedar berbangga
Saya menuntut ilmu untuk ke surga
Saya bekerja bukan sekedar mencari harta
Saya bekerja untuk ke surga
Saya berbakti kepada orang tua bukan sekedar balas jasa
Saya berbakti kepada orang tua untuk ke surga
Saya kembali pulang bukan untuk nostalgia
Saya kembali pulang untuk ke surga
Kupilih kamu bukan sekedar cinta
Kupilih kamu untuk kesurga
Kujauhi yang lain bukan karena tak suka
Kutinggalkan yang lain karena takut dosa

3 komentar: