SAHABAT
Oleh : M. Faiqurrahman (30 )
Setiap waktu
Hari demi hari kita lewati
Suka dan duka
Sedih maupun senang
Di saat aku kesusahan
Kau selalu ada untukku
Setelah bertahun-tahun bersama
Tapi mengapa engkau telah pergi
Aku selalu berharap kepad ilahi
Untuk dipertemukan kembali
Oh SAHABAT …..
HIDUP
Oleh : Alba Taqwa Akbar
Saat kumakan
Sebungkus permen nano-nano
Kuraskan manis, asem, asin
Bermacam-macam terasa
Seperti kehidupan ini
Ada suka ada duka
Begitu rumit hidup ini
Namun apa adanya
Takdir ditangan kuasa
Tak ada daya untuk kita rekayasa
SEBUJUR BANGKAI
Oleh : Ulin Nuha
Badan pun takberharga
Sesaat di tinggal nyawa
Anak istri tercinta
Tak sudi lagi bersama
Secepatnya jasad dipendam
Karna tak lagi dibutuhkan
Dari yang semula dipuja
Kini bangkai tak berguna
Kasur empuk tilam putih
Kini harus berpindah terkubur
Dalam perut bumi
Kalau selama ini
Diri berhias kan
Emas, intan, permata
Bermandi cahaya
Tetapi kali ini didalam kuburan
Gelap pekat mencekam
Tanpa seorang teman
Terputus lajh pergaulan
Terkuburlah sendirian
Diri terbungkus kain kafan
Wajah dan tubuh indah
Yang dulu dipuja-puja
Kini tiada lagi
Orang sudi menyentuhnya …..
BINTANG
Oleh : Miftakhus Surur
Oh Bintang
Engkau teman sejati bulan
Dimana ada bulan
Pasti engkau ada disana
Walaupun engkau kecil
Cahayamu sangat indah
Untuk dipandang
Jika engkau tertiup awan mendunug
Bumi seakan sedih
Dan meneteskan air mata dari langit
Yang membanjiri lautan
Dan permukaan yang tandus
Oh bintang
Andaikan engkau dekat
Pastilah akan kuambil
Tuk temaniku
Di malam yang gelap gulita ini
BAYANGAN MU
Oleh : A . Ulil Abshor
Bayanganmu selalu hadir dalam setiap malamku
Saat suasana menjadi horror
Dan mencekam
Bayanganmu selalu dating di setiap mimpiku
Saat aku mimpi buruk
Bayanganmu selalu menemaniku dalam sepiku
Saat aku merasa sendiri dan merasa ketakutan
Bayanganmu akan selalu kukenang dalam hidupku
Dan tidak akan pernah bisa aku lupakan
PERASAAN SEDIH
Oleh : Nashrul Umam
Bagaikan banjir menerjang badai
Bagaikan topan berlari-lari
Demikian rasa ini
Hilang pulang pedih peri
Hati ini seolah menangis
Luka yang kuderita amat dalam
Tak seorang pun tahu
Bahwa hatiku gundah
Meratap diri
Bersama angin pulang bersemi
Aku hanya bersedih
Demikian rasa susahku
Semuanya berakhir pergi
AMNESIA
Oleh : Ahmad Zaky Fuad
Amnesia
Sedikit orang yang mengalaminya
Bagaikan kapas diterpa oleh angin
Hilang segala-galanya
Amnesia
Adakah memori yang tersisa
Terhapus semua kenangan kita
Hingga tak ada yang tersisa
Amnesia
Dapatkah aku menyembuhkannya
Kan kucari obatnya
Walau harus menempuh 7 samudra
Hanya Dirimu
Oleh : Ahmad Ulul Albab
Segala yang telah terjadi
Telah terlukis dihatiku
Yang sedang ingi di cinta
Oleh dirimu
Tak mungkin terlupakan
Kasih cinta yang kau beri
Membumbung di angkasa
Dan mengalami bintang dilangit
Hanya dirimu
Yang selalu ada dihatiku
Menjalani cinta
Di dalam pelupuk hatiku
SAYANG
Oleh : M . Lutfi Hakim
Kau tahu …..
Orang yang paling sayang padamu?
Bukan orang yang sekedar tahu
Apa yang kau suka dn apa yang kau benci
Tapi orang yang tahu
Apa yang terbaik bagimu
Bukan orang yang sengaja memperhatikanmu
Tapi orang yang mengerti keadaanmua
Bukan orang
Yang ingin memilikimu
Tapi orang yang rela kehilanganmu
Demi kebahagianmu
Bukan orang
Yang berani menyentuhmu
Tapi orang yang merasa suci
Dirimu untuk di sentuh
Hidup yang Damai
Oleh : M . Abdul Hakim
Hidup di Negri yang damai
Merasakan kenyamanan di hati
Merasakan hidup tanpa kegelapan
Kudapat merasakan indahnya hidup ini
Meski banyak masalah yang kuhadapi
Kutetap dapat merasakan keindahan
Hidup ini yang penuh kedamaian
Tidak sanggup rasanya kupergi darinya
Dari hidup yang damai sentosa
Rasanya kuingin hidup yang abadi
Ku ingin hidup seratus tahun lagi
Ku Ingin Bersamamu
Oleh : M . Abdul Hakim
Selalu ku ingat dirimu
Selalu kurindukan dirimu
Meski hidup dalam kegelapan
Semua ini darimu aku dapatkan
Ku ingin selalu bersamamu
Berharap taufiq dan rahmatmu
Hidup menjadi damai
Kemakmuran yang dating dari hati
Kukan selalu berharap kepadamu
Ijinkanku bersamamu
Ya Alaah ijinkanlah
Ku-menghamba dan menyembah
KEPEDIHAN HATI
Oleh : Yunus Ull Albab
Cinta …..
Sangat indah kusebut namamu
Sungguh tersiksa kuhidup tanpamu
Kapankah ku bias merasakan kekuatanmu
Hatiku selalu bertanya-tanya
Apa itu ketulusan cinta
Apa itu kebencian cinta
Kini kau sudah tertanam
Tertanam dihatiku yang paling dalam
Mungkinkah ini selamanya
Ataukah hanya sementara
Cinta …..
Sungguh sulit ku melepasmu
Kenapa kau tega cinta
Dingin kurasakan tanpa pelukanmu
Kini kau tinggalkan aku
Dalam kepedihan dan kesakitan
Akankah kau dapat kembali dalam pelukan
Cinta yang Tak Sampai
Oleh : Yunus Ull Albab
Di saat malam menjemputku
Aku hanya terdiam tersipu
Aku menunggu
Saat-saat kau mendampingi malamku
Di saat pagi yang cerah
Suara kicauan burung yang meriah
Laksana aku disurga
Jika kau yang mengisi hatiku
Saat aku terdiam termenung
Saat tidurku
Aku tahu kau hanyalah mimpi bagiku
Andaikan saja kau di kirim untukku
Kau kan tahu betapa aku mencintaimu
IBU
Oleh : A . Rondi
Oh ibu …..
Kau adalah istri bapakku
Yang melahirkanku
Dan juga kakak-kakak ku
Kau bagaikan pahlawan
Di dalam perang Siffin
Kau adalah lentera
Yang selalu menerangi gelap hidupku
Ibu …..
Ku selalu menghormatimu
Dan ku ucapkan terimakasih
Atas kasih sayangmu
Yang tak pernah usai
Semoga tuhan
Membalas semua
Kebaikanmu
Ibu …..
MATAHARI
Oleh : Mirzaqul Fadli
Kau penerang alam semesta
Member kehangatan dalam hidupku
Menunjukan arah dimana kau berada
Kaulah sang pemberi kehidupan
Wahai matahariku
Hanya kaulah pengering semua jemuranku
GELANDANGAN
Oleh : Faiza Annur Syafi’I
Kering sudah rasanya air mataku
Terlalu banyak sudah yang tertumpah
Menangis meratapi buruk nasibku
Nasib buruk seorang tuna wisma
Langit sebagai atap rumahku
Dan bumi sebagai lantainya
Hidupku menyusuri jalan
Sisa orang yang aku makan
Jembatan sebagai tempat perlindungan
Dari terik matahari dan hujan
Begitulah hidup yang aku jalani
Entah sampai kapan hidup begini
PUJAANKU
Oleh : Syihabul Umam
Saat pertama aku bertemu
Saling menatap muka
Takjemu ku pandang indah
Ku coba dan mencoba bertanya
Siapakah dirimu itu
Dan ternyata hatimu
Merasakan yang sama denganku
Kini aku telah bersamamu
Ku berharap hati dan cintamu untukku
Karna hanya kau yang selalu aku puja
Harus ku jaga hati dan perasaanmu
Hanya untuk diriku
Makana Cinta
Oleh : Rio Eko Saputra
Cinta …..
Resapi jiwa lepas
Jejakan perih di kalbu retak
Bertanya pada tombak menancap
Bertanya, hitung nafas tertinggal
Cinta …..
Resapi jiwa lepas
Datang cahaya hangat sukma
Pupuk benih bunga asa
Gariskan senyum sunyi
Cinta …..
Serahkan pad pecinta
Dapatkah mengarungi samudra kehidupan
Di atas pahit getirnya cinta
Kan tersimpan sejuta kenangan
Mentari dan Bintang
Oleh : Khoirul Albab
Mentari …..
Bersinar dipagi hari
Betapa ingin aku bertemu
Jikalau bertemu
Aku ingin mengucap salam
Dikala sian engkau bersinar
Dikala malam
Engkau memudar
Menjadi sebuah mentari kecil
Di atas langit
Bagai mentari kecil
Di gelapnya langit
Berkelip indah di langit malam
Jikalau mentari kembali atang
Kan kuingat mentari malam
Dengan gembira kusambut datangnya siang
PUISI
Oleh : Ahmad Hilmi
Kapan lagi kau tulis untukku
Tulian-tulisan indahku ytang dulu
Warna-warni dunia
Puisi terinahku hanya untukmu
Mungkinkah kau akan kembali lagi
Menemaniku menulis lagi
Kita arungi bersama
Puisi terindahku hanya untukmu
AKU
Oleh : M . Dliyaul Haq
Aku dulahirkan bukan untuk menyakitimu
Tapi aku digariskan tak untuk membahagiaknmu hidupmu
Mungkin aku bajingan
Tapi bukan penjahat perang
Yang selalu menikam
Tyanpa belas kasihan
Biarlah hujan menyirami
Penyesalanku ini
Biarlah bintang menemani
Kegagalanku ini
Biarlah bulan menyinari
Kepergianku ini
Biarlah semua jadi saksi
Yang kualami
Cahaya Guru
Oleh : M . Hasan Shiddiq
Berkilo-kilo kau tempuh
Tak peduli hujan
Tak peduli terik panas
Perjuanganmu
Hapuskan kegelapan
Dari kaum muda
Kau pemberi cahaya
Kelangsunagan mas depan bangsa
Kau pencetak bibit-bibit muda
Ketulusanmu
Ke ikhlasnmu
Pengorbananmu
Kini di saat senjamu
Tersenyum puas
Melihat bibit tumbuh
Selalu terkenang
Dalam benak mereka
Sang pencerah kegalapan
TBS
Oleh : Umar Said Buehanudin
Tembokmu yang hijau
Berdiri kokoh di tengah kota
Memancarkan kesegaran
Hati dan sanubari
Orang-orang berdatangan
Tuk menimba ilmu
Demi tercapainya
Nikmat dunia dan akhirat
Ooooh TBS …..
Barokahmu tak pernah habis
Walau sudah berganti zaman
Memuji Ke-Agunganmu
Oleh : Choirun Ni’am
Matahari berdzikir
Angin bertasbih
Pepohonan bertakbir
Semua memuji keagungan
Kau ciptakan semua berpasng-pasngan
Kau jadikan bumi sebagai tempat berteduh
Kau ciptaan hewan tuk kami tunggangi
Ya Rabb ku pasrahkan semua jiwaku
Kusanfarkan semua hidupku
Hingga ku teteskan air mata
Yang membasahi persujudanku
Tuk gapai ridloMu
Tuk gapai hidayahMu
Dan tuk memuji nikmat keagunganMu
MANUSIA
Oleh : M . Ichwan Fathoni
Hidup
Bernafas
Bergerak
Berkembang biak
Mati
Kegarangan Cinta
Oeh : M. Niltal Amal
Burung berkicau merdu
Daun pun berguguran
Dengan suara merdu alami
Yang menyentuh hati
Hanya sekedar menyambut
Sang mentari pagi
Suasana sejuk menyertai
Aku hirup udara penuh kasih suci
Helaan nafas cinta
Membuat sang raja menjadi hamba
Kegarangan istana yang
Tak lagi menyertai
Pasir berdebu dibuat bertumpu
Seperti itulah orang merdeka
Yang dilanda cinta
SAHABAT
Oleh : Abdullah Kamal
Kau begitu menarik bagiku
Meski kau kadang cuek padaku
Tapi saat kuingat jasa-jasamu padaku
Kau takkan pernah kulupa
Walau namun begitu
Kaulah sahabat terbaikku
DOSA
Oleh : Ali Shofyan Noor
Dosa sudah membeku
Menambah hina diriku
Bukan menyesal
Kini hidupku dikelilingi dosa
Dosa dan dosa
Kepada Allah aku bertaubat
Bertaubat ……..
Hingga sedikit hilang dosa ini
Dan aku akan lebih baik lagi
Dan aku akan lebih taat lagi
Biarpun sudah membeku
Aku tetap meradang menerjang
Menuju insane yang ilahi
Di Hatiku
Oleh : M . Maulana
Untaian kata mesra
Dan seribu puisi cinta yang kupunya
Tak mampu menyaingi indah wajahmu
Kau adalah keindahan
Yang menghiasi duniaku
Memandangmu ……..
Aku beraharap waktu berhenti
Menyentuhmu ……..
Seperti menyentuh sesuatu yang rapuh tapi sangat berharga
Kau adalah jejak
Yang iringi langkahku
Kau adalah detak
Yang iringi jantungku
Kau adalah air mata
Yang iringi tangisku
Kau ada
Di hatiku
Siapa Penerus-PenerusMU?
Oleh : habib Umar Al-faruq
Pada saat tengah malam
Pada saat ku bermunajat
Dan pada saatdiriku merenung
Aku selalu berandai-andai
Dan selalu berpikir dirimu dalm benakku
Inginya diriku menjadi seperti mu
Menjadi panutan kemadzmumahan
Menjadi cahaya bagi kegelap gulitaan
Yang dihormati oleh setiap insan
Selalu dinanti-nanti tutur katanya
Seandainya penerang dalam kegelapan itu
Telah redup dan tak dapat memancarkan Sinarnya kembali
Siapa? siapa?
Dan selalu kutanya Siapa yang akan
Meneruskan perjuanganmu ……?
Semoga terdapat insan-insan yang
Melanjutkan perjuanganmu
Oh ….. Masyayekh ku
RUJAK
Oleh : Lutfi Tsani
Manis …..
Pedas …..
Asin …..
KENANGAN
Oleh : A . Nafi’an
Waktu telah mencatat
Pada pertemuan kita
Tawa kita lara kita
Dan kebersamaan kita
Mana kala kita tidak lagi berjalan
Pada satuhalaman
Aku memilih pergi sendiri
Barang kali ……..
Kenangan tentang kita
Bias menjadi teman dikala sedih
Semua tentangmu
Masih tersimpan tapi dimemori
Ingatanku
TSUNAMI
Oleh ; syaiful Anwar
Terenung di hati kecil
Membuat gundah derita
Mengingatkan hancur
Kan Tiang istanaku
Kau dating membawa
Luka ……..
Kau hantam penuh jiwa
Ku sekali tak percaya
Keluarga tak berdosa
Menjadi korban semata
Ku sekali tak menyangka
Kedatanganmu
Membawa hancur sang raya
“LIHATLAH KAMI”
Oleh : Miftahul Huda
Negriku yang dulu sentosa
Kini menderita
Bencana alam dimana-mana
Lihatlah tanah kami
Setu panas menggulungnya
Tak ada satu pun tersisa
Lihatlah kami
Disini hanya meratapi keluarga kami yang berkalang tanah
Lihatlah kami
Dingin menusuk tulang
Penyakit menyerang
Para penguasa ….. Hanya tertawa disana
Bukan kau ulurakan tanganmu
Malah kau pergi ke negri orang untuk kesenanganmu
Kami harap para penolong
Dating dengan hati putih bersih
Mengulurkan tangannya
Aku Untukmu Sayang
Oleh : A. Said
Aku masih disini
Terpaku, termenung, terdiam
Dalam kelam dan gelapnya malam
Melayang angan dan fikiran
Entah, menuju kemana arahnya
Akupun masih disini
Menelusuri detik demi detik
Waktu yang berjalan mengukir kenangan
Senyum, tawa, sedih dan gembira
Semua menyatu dalam perasaan
Aku masih disini
Menanti ….. berharap …..
Aku masih tetap disini
Memeluk bayangmu dalam kegelapan mendekap kasihmu dalam hening malam
Aku, untukmu sayang
Nyanyian Sahabat
Oleh : Muas Muttaqiem
Persahabatan adalah hidup
Ia mengalir didarahku
Bergetar dinadiku
Berirama dengan tiap detik jantung
Persahabatan adalah kokoh
Setegar batu karang
Seperti tembok cina
Meski raga tumbang
Ia akan selalu tegak dalam dada yang mendendam langit
Nyanyian ini untukmu kawan
Untuk setiap gelas yang tak sempat kau teguk
Untuk kebahagian yang belum lama kau rasakan dari luka yang panjang
Nyanyian ini untukmu kawan
Untuk setiap langkah yang kau jejakan
Pada jalan-jalan takdir yang menggurat ditelapak kaki
Untuk kebersamaan kita didetik terakhir
untuk semua kebisingan ini
persahabtan adalah nyanyian ia mengaun dalam setiap desah nafasku
SAHABATKU PERGI
Oleh : Raik Rahman Hakim
Sebelum kau pergi jauh dariku
Biarkan bayangan dari tubuhku menemani langkah kepergianmu
Meski kuingin menahannya
Tapi aku tetap tak sanggup
Aku tetap tak sanggup menahanmu pergi
Walau aku terus meneteskan air mata
Tak akan pernah ada guna lagi
Sahabat ……..
Kemanapun langkahmu pergi
Bayanganku akan terus menemanimu
Hingga akhir hayatku ……..
CINTA KASIHKU
Oleh : M. Ali Mansur
Cinta dan kasihmu tidak pernah hilang
Walaupun kita tak dapat bersama
Namun cintamu akan tetap tinggal di hatiku
Untuk selama lamanya
Walaupun mengundang derita namun aku
Tetap tabahmenghadapi walaupun pedih
Karena perpisahan ini allah yang tentukan
Dan jodoh pertemuan di tangan Allah bukan kita
Yang tentukan
Cuma kita perlu bersabar
Dan perlukan pengorbanan
Andainya cinta itu ikhlas dan jujur
Pasti akan berakhir dengan kebahagiaan
Rintihan qolbuku
Oleh : Musthofa Maulidi
Kesusahan, kesedihan
Tak membuatku sadar akan dosa-dosaku
Keindahan dunia pun, membuatku semakin ingkar akan karuniamu
Fatwa ulama’ pun, kuanggap sandiwara
Ya Allah dalam hening malam
Ku coba tengadahkan seluruh jiwa
Pasrahkan segala asa
Tuk gapai ridhomu
Ku tahu tetesan air mata
Dan segala desah murahku
Tak mengurangi
Segala dosa-dosaku
Sinarilah jalanku
Dengan jutaan hidayamu
Agar aku dapat mencapai titik akhir
Tanpa ragu dan getir yang mengganggu
MURIA
Oleh : Deni Arif husnianto
Tekuk tubuhmu mempesona
Hijau menyegarkan mata
Pemandanganmu nan indah
Menggoda insan datang
Mengusir jemu dan lelah
Tapi kau bisa murka
Hancur leburkan kehidupan
Kala manusia lupa
Tanah longsor
Membawa mala petaka
Jangan usili dia
Jangan jahili dia
Jangan biarkan dia gerang
Janganlah bertindak sembarang
PERCIKAN IKHLAS
Oleh : Annas Asy’ari
Saya menuntut ilmu bukan sekedar berbangga
Saya menuntut ilmu untuk ke surga
Saya bekerja bukan sekedar mencari harta
Saya bekerja untuk ke surga
Saya berbakti kepada orang tua bukan sekedar balas jasa
Saya berbakti kepada orang tua untuk ke surga
Saya kembali pulang bukan untuk nostalgia
Saya kembali pulang untuk ke surga
Kupilih kamu bukan sekedar cinta
Kupilih kamu untuk kesurga
Kujauhi yang lain bukan karena tak suka
Kutinggalkan yang lain karena takut dosa

kui tiap karya puisi mending dibeda2ke page e den . :)
BalasHapuswah nak dibedakke g enak to
BalasHapusjadi per puisi satu posting gitu?
BalasHapus