Senin, 01 September 2025

Jiwa Membara

By : Muhammad Hasan Shiddiq

Jiwa muda yang menggelora 
Namun tak tahu cara 
Hanya mengikuti rasa 
Rasa yang tak tau tata krama
Perlahan hanyut dalam angkara 
Membuat semua hal menyala 
Tan tahu celaka
Bagi dirinya dan bagi sesama 

Jiwa muda yang menyala
Tersulut oleh kata 
Dieksekusi dengan Amara
Digiring ketidak apa-apa
Menjadikan rusak dunia 
Jiwa yang butuh doa
Cahaya dari sang Pencipta 

Sabtu, 25 Januari 2025

Sang Waktu

By : Muhammad Hasan Shiddiq

Biarkan mengalir tanpa henti
Tak usah mengatur kehendak Ilahi
Berjalan menuju pintu suci 

Biarkan awan bergerak 
Tak usah mengatur jarak 
Belajarlah untuk tak berteriak 

Kepada dentuman detik
Sampaikan jawaban untuk dipetik
Sampaikan renungan tanpa hardik

Kepada aliran jarum
Sampikan doa menuju harum
Sampaikan rahasia bukan dari ahli nujum

Menjawab lah putaran waktu 
Atas segala doamu 
Atas segala doa ibu

Menjawab lah pertanyaan
Yang tak bisa kau ejawantahkan
Yang tak bisa kau lakukan

Minggu, 05 November 2023

Tuhan Izinkan Palestina Istirahat

By : Muhammad Hasan Shiddiq

Fajar mulai merangkak pergi
Bombardir rudal mengiringi 
Dari malam menuju pagi 

Tuhan ...
Izinkan dzuhur menggemakan nama Agung-Mu
Meskipun dluha tidak Kau jamin dengan ketenangan
Biarkan dzuhur datang sebagaimana mestinya

Ashar ...
Di kala malaikat-malaikat-Mu kembali menuju Arasy
Jangan biarkan malaikat -malaikat kecil negeri Nabi ikut kembali
Jangan biarkan senja datang begitu cepat Tuhan
Tuk malaikat kecil negeri Nabi

Tuhan ...
Izinkan umat Akhirul Anbiya melaksanakan tugas
Tanpa takut dihujani oleh gas-gas yang beringas

Izinkanlah Tuhan 
Merpati-merpati itu hilir mudik melukis langit-Mu
Nyanyian rindu dari anak-anak kecil negeri Nabi 
Melengkapi musik yang dibawakan merpati itu

Tuhan ...
Izinkan negeri para Nabi istirahat sejenak dari rutinitasnya
Izinkan maghrib datang dengan senyuman, Tuhan
Izinkan isya menjadi waktu berkumpul malaikat-malaikat kecil dengan wakil-Mu Tuhan

Begitu lama dan begitu pedih, Tuhan 
Melihat raut wajah tak berdosa itu
Tubuh-tubuh mungil itu
Senyum manja itu
Pancaran sorot mata itu 

Aku tak kuasa Tuhan
Tak kuasa melihat gelombang nuklir 
Bom
Gas
Puing-puing bangunan yang rubuh sepertinya ilalang 

Tuhan, ...
Aku selalu percaya 
Aku masih percaya
Aku masih mengimani
Bahwa engkau Maha Kuasa
Engkaulah pengatur alam semesta

Izinkan sesekali mereka istirahat Tuhan,
Karena batin ini tak henti menangis
Tangan ini tak berhenti menengadah
Hati ini tak hentinya berontak atas kelakuan suatu kaum

Kaum yang mengatakan dirinya paling terbaik 
Tetapi tidak bagiku 
Mereka hanya seperti orang-orang yang haus akan bau anyir 

Rabu, 16 Agustus 2023

Merdeka Itu ...

By : Muhammad Hasan Shiddiq

Merdeka ...
Begitu semua orang mengatakan
Tapi ...
Tahukah kalian merdeka itu apa?

Merdeka, merdeka dan merdeka 
Merdeka itu tentang hati 
Merdeka itu tentang rasa 
Merdeka itu tentang cinta 

Semua merasa merdeka tapi, 
Tidak ada merdeka untuk hati yang susah 
Tidak ada merdeka untuk jiwa yang lemah 
Tidak ada merdeka untuk impian yang putus asa 

Merdeka itu adalah kamu 
Merdeka itu adalah aku 
Merdeka itu berwujud kita 
Merdeka itu Nusantara

Merdeka itu bumi menjalankan tugasnya
Merdeka itu langit menurunkan hujannya
Merdeka itu laut memberikan manfaatnya 
Merdeka itu hutan dengan oksigennya

Tiadalah merdeka untuk budak korporat
Karena merdeka bagi mereka 
Hanya sebuah hambatan nyata 
Tiadalah merdeka semua 

Tiadalah merdeka untuk hamba 
Jika kewajiban menjadi beban 
Tiadalah merdeka untuk hamba 
Jika cobaan merupakan siksaan 

Merdekalah untuk berlapang dada 
Merdekalah untuk guyuran dadi Tuhan 
Merdekalah untuk aku 
Merdekalah untuk kamu 
Merdekalah kita semua

Selasa, 15 Agustus 2023

Di Keriuhan ini

By : Muhammad Hasan Shiddiq

Setapak kaki mulai bergeming
Tidak kuasa akan Keriuhan ini 
Kegaduhan yang semakin menjadi-jadi
Tanpa ujung yang pasti 

Tidak ada tepuk tangan riuh atas segala pencapaian
Lumrah di negeri penuh becanda
Apresiasi hanya sekedar terimakasih
Sastra hanya sebuah pemanis tanpa asih 
Keriuhan ini ...

Begitu riuh hingga telinga berdenging
Psikologis menjadi benteng terakhir
Untuk menopang tubuh lunglai 
Menguatkan tapak kaki yang gak kuasa berdiri 

Begitu rapuh dengan segala Keriuhan ini 
Kegaduhan gak berujung 
Hi hga cahaya pun enggan masuk 
Sekedar penghangat dan penyemangat