Lorong
Tak ada secercah cahaya
Dalam lorong panjang
Dentuman air yang ter ngiyang-ngiyang
Yang terus membasahi lantainya
Sepanjanmg kegelapan
Ku uterus menacri cahaya
Tertatih tatih ter seok-seok
Dari lorong gelap melawan diri sendiri
Tuk dapat secercah cahaya
Merubah hidup ku yang suram
Penantian sekian lama
Lentera cahaya
Menerobos dinginnya lorong gelap
Merubah jaln hidup
Air suci
Gemercik air wudlu
Melewati pori-pori tubuh ku
Getaran sejuk menusuk dadaku
Qalbuku gemetar
Atas segala kebesaranmu
Kedua tangan menyatu
Beranjak menuju air kesucian
Tuk rontokkan dosa-dosa
yang menempel dalam ragaku
hamba ....
manusia berlumur dosa dan nestapa
dengan kemantapan qalbuku gemercik air di tubuhku
ku serahkan raga dan jiwa
menghadap ke agungabMu
mengharap ampun
Atas kekotoran hati quw
Tak bisa hilang
Kecuali dengan ridloMu
Roda
Tak ada seorang pun yang tahu
Akan misteri hidup
Dalam dunia fana
Tak di sangka-sangka
Jalan kehidupan
Seorang hamba Allah
Seakan kegelapan ada menghadang
Hanya dapat terbuka
Oleh cahaya mentari pagi
Gelap gulita
Tak seorang pun tahu
Kapan roda berputar
Sedetik bisa diatas
Dalam hitungan detik lagi dibawah
Sang pengatur hidup yang tahu
Bulan
Mengintip malu-malu
Di balik gelapnya malam
Di temani semilir
Yang menggelitik tubuh kurus ku
Sinar bulan
Cahayamu indah
Bulan sepotong
Mengingatkanku
Di hati yang sedan kalao
Penawar racun bagiku
Oh bulan
Di malam yang ditemani bintang
Memenuhi ruang hampa
Ku berdiri da atas tanah penuh alang-alang
Ku tahu mkna semumu
Bisu tak bicara
Di gantung di langit
Renunganku
Malam sunyi
Tyak seorang pun tahu
Dari alam bawah sadar
Ku terbangun
Malam sepi sunyi
Tempat ku merenung
Akan seberapa besar
Salah, hina, dan dosa
Apapun yang kulakukan
Fikirku melayang hilang
Semua pelik kehidupan
Bercampur dan menghilang
Hanyut dalam kegelapan malam
Renungku
Salahku
Dosaku
Apakah yang telahku perbuat
Tak jelas tertutup gelaonya malam
Tak terusik di malam yang sunyi
Alam
Bentangan alam mengisi jagat
Dari Mu kau beri aku kehidupan
Kau menyediakan semuanya
Apa yang aku butuihkan
Semua kekayaan kau beripadaku
Tapi aku lupa
Akan kebaikanmua
Merusak, menebang, membakar
Balasan dari kami
Banjir, longsor, bencana lain
Kau luapkan pada kami
Sebagai balasan kelakuan kami
Itu cara kau ingatkan kami
Sahabat
Setia
Dalam suka maupun duka
Apapun statusku
Terlihat sama di mata mu
Erat
Bagaikan dua keping mata uang
Saling melengkapi
Tak berguna bila hilang satu gores
Akan terus ada
Meskipun termakan waktu
Walaupun zaman telah berubah
Kau kan selalu ada menemaniku
Pengertian
Kau tahu saat ku gelisah
Kau tahu saatku sedih
Kau tahu saat kau kubutuhkan
Sahabat
Jadilah kau bagian hidupku
Yang akan trus bersama
Mengisi hari-hariku
Mengisi kekosongan hati
KELUARGA
Belaan jiwaku
Sandaran hidupku
Nafas hidupku
Aku kembali
Tuk buat tersenyem
Inilah keinginan peri kecilmu
Yang tlah tumbuh
Aku hanya mengamalkan sedikit ilmu
Di pesantren impian
Semoga ilmu ini menjadi pembuka
Ridlo darimu dan ilahi
Untuk hidupku
Manfaat bagi saudaraku
Berguna tuk agama dan bangsa
Hanya kupersembahkan tuk keluarga
PENGUASA NEGRI
Wahai sang penguasa
Cobalah kau lihat ke bawah
Wahai yang memimpin pikirkanlah nasib kami yang nahas
Jangan Cuma duduk manis
Hanya makan gaji buta
Berilah kami kebijakan
Agar kami lebih sejahtera
Terangkat dari kolong jembatan
Jerit, tangis, lapar
Pikirlah semua itu
Apa yang kau lakukan
Apa yang keluar dari mulutmu
Tak ada apapun yang berubah
Penderitaan masih menaungi kami
Kami butuh perubahan nasib
Tanpa harus terbayang-bayang jatuhnya ekonomi
KEBESARANMU
Di atas pasir ku berdiri
Menerawang ke surya di waktu senja
Deburan ombak menghantam karang
Menarik pasir putih
Laut biru membentang tak berujung
Berjuta ikan engkau hidupi
Tiap hari ku ambil
Tapi tak pernah ada kata habis
Gumpalan putih
Tergantung dilangit
Menjadi lukisan
Di atas awan berlalu lalang
Di waktu senja burung berpulang
Di manapun jadi tempat kehidupan
Di atas pasir putih ini
Tuk saksikan kebesaranmu tuhan
KEGUNDAHAN HATI
Kegelapan merayap menutupi sinar bulan
Gerak semu awan hitam
Menyelimuti lentera malam
Kegundahan hati
Merambat dari ujung kakiku
Membuat langkah kaki sulit tuk bergerak
Tak berdaya
Merasakan hati tak tenang
Di malam tak ditemani bintang
Ke bingungan ku
Tak kutemui pelita jalan
Dalam gelap malam tak berbintang
Gelisah merasa tak tenang
Membuat hati terombang ambing
Seperti daun di atas ombak
Terombang ambing
Mengikuti arah angin dan air
Tak tahu akan terbaw kemana
Ke gundahan hati
Tak dapat temukan tujuan langkah
Dalam perasaan hati
OENJARA OUTIH
Penerang kehidupan
Dalam pekat jurang
Ada tempat putih di antara yang lain
Tempat para pengelana ilmu
Terkekang dalam aturan
Tuk satu tujuan
Dalam penjara putih
Penuh suka dan duka cita
Bertarungmelawan nafsu
Yang dibatasi aturan
Perampas kebebasan
Kuli pena menahan
Penjara putih
Itulah sebutanmu
Tempat penghapus kegelapan
MASALAH
Awan hitam
Menggelayut dalam pikiran
Mengusik impian
MEMBUAT RENCANA HILANG
DALAM BAYANG BAYANG
MELAYANG-LAYANG
TER OMBANG AMBING
OLEHMU
PENGACAU MENTAL
KAU TANAM
PADA DIRI
RASA OUTUS ASA
JALAN PENYELESAIAN
BERSIHKAN WAN KELABU
BUANG JAUH
DARI CAHAYA HARAPAN
TAMATKAN AWAN HITAM
Cahaya Guru
Berkilo-kilo kau tempuh
Tak peduli hujan
Tak peduli terik panas
Perjuanganmu
Hapuskan kegelapan
Dari kaum muda
Kau pemberi cahaya
Kelangsunagan mas depan bangsa
Kau pencetak bibit-bibit muda
Ketulusanmu
Ke ikhlasnmu
Pengorbananmu
Kini di saat senjamu
Tersenyum puas
Melihat bibit tumbuh
Selalu terkenang
Dalam benak mereka
Sang pencerah kegalapan
Bimbang
Rasa percaya
Dalam qolbuku
Tergfoyang angin jahat
Kemelut asap putih
Sirnakan penglihatan
Tutupi jalan lurus
Belokan jalan kebenaran
Bagai prahu dalam kabut
Terombang-ambing air laut
Bisikan samar
Penggoyah rasa percaya
Menghantam hati
Rasa bimbang
Menaungi fikiran serta hati
Cahaya putih kubutuhkan
EMBUN PAGI
Tetesan embun membasahi daun
Haa dingin menusuk badan
Terobosan sinar mentari melewati ilalang
Sirnakan awan kelabu
Hilangkan sedih pilu
Kobatkan semangat baru
Mentari pagi semakin tinggi
Jelas terungkap kabut misteri
Beri harapan bagi insani
Dari petunjuk ilahi Robbi
Pembuka lembaran baru
Cerahkan awan biru
Lupakan kisah lalu
Tuliskan cerita baru
Sebagai tanda pengisi qolbu
Goreskan dalam lembaran putih
Keceriaan yang pernah hilang
Sirna berganti dihari baru
Terusan kisah hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar