Jumat, 18 Februari 2011

CERPEN

Semua beban seakan bertumpuk didalam kepala tubuh kurus itu banyak fikiran ,menggelayut dalam kepalanya, terbaring diatas kumpulan kapas nan empuk dan dikelilingi perabotan mewah menghiasi ruangan yang ditempatinya setiap hari
Pemuda yang biasa disapa Rafi oleh teman-temannya ini tak biasa terlihat seperti ini , di terkenal tempat pemberi solusi bagi siapa saja yang membutuhkan jalan keluar bagi masalahnya , tetapi rafi seakan kehilangan gairah hidup Cuma karena perkara kecil yang sedang dialaminya.
Mulai hari itu rafi menutup dirinya dari semua temannya dia sering terlihat melamun sendiri daripada berkumpul dengan yang lain . kerjanya Cuma melamun saja di taman melihat bunga yang berwarna-warni , serta mendengarkan kicauan burung entah sampai kapan rafi terus seperti ini membuat teman-temanya bingung
***
Setelah berminggu-minggu dia tak kunjung melihatkan perubahan dalam dirinya ini memprengaruhi dalam prestasunya, seorang temannya tak betah sampai dia berkata : aku sudah muak dengan tingkahmu , dulu kau nasehati aku supaya tidak terpuruk hanya karena masalah cewek yang membuat cita-citamu terlupakan , cinta katama virus bagi pelajar tapi kamu sekarang malah membuat virus itu berkembang biak di otakmu , apakah itu semua Cuma omong kosongmu yang keluar dari mulutmu ,kalau kamu tetap begini mungkin ini kata terakhir buat kamu sobat untuk menasehatimu.
Sontak setelah temannya itu berhenti berbicara rafi bangkit dari sandaran kayu yang sejak tadi, tepat disamping pintu keluar kelas “terima kasih kamu telah menyadarkan aku yang selama ini terjangkit virus cinta” seraya memeluk irfan yang berada tepat didepannya tertahan oleh tingkah rafi yang aneh irfan tidak jadi beranjak dari kelas untuk meninggalkan rafi dengan kebingungan cinta yang rafi alami, irfan tersenyum senang karena melihat sahabatnya menyadari apa yang dia perbuat salah , mungkin ini akan menjadi awal dari perubahan sikapnya selama ini .
***
Mentari pagi baru setengah tombak, tapi pemuda yang bernama rafi sudah berada didalam mobil warna hitam miliknya menyusuri jalan yang masih diselimuti embun pagi , setelah beberapa menit rafi mengemudikan mobil plat K 4356 KE meliuk liuk melewati tikungan kota kudus dia telah sampai di parkiran yang berada didepan gedung megah bercat putih bersih dengan halaman yang luas yang siap menjadi wadah para pencari ilmu .
Rafi berjalan santai melewati beberapa ruangan kelas yang masih belum berpanghuni langkahnya terhenti didepan ruangan bertuliskan XI-C dua ruangan dari jarak kelasnya rafi (XI-A) ketika melihat seorang gadis manis duduk sendiri bersandar kayu didepan whiteboard , rona wajah yang sedang sedih dipasang sepagi itu, melihat hal itu sifat rafi yang dulu muncul begitu saja tanpa dia sadari langkahnya mendekati gadis manis itu untruk menghibur , hal ini pertama kali akan dilakukan setelah beberapa bulan terakhir rafi tidak sesemangat ini untuk menghibur orang , ya perubahan derastis ditunjukan rafi setelah beberapa hari yang lalu ia tersadar oleh perkataan sahabatnya
Selamat pagi sapa rafi ramah tetapi gadis yang berada didepan rafi tak menjawab , selamat pagi aku bo;leh duduk disampingmu? Tanya rafi tetapi gadis itu tetap saja diam seribu bahasa , agaknya kamu lAgi sedih, saya lihat sdari wajahmu selidik rafi , gadis itu menganggukan kepala . oq diam aja kenalin namaku rafi anak ipa 1 , nama kamu siapa? Ketika ditanya seperti itu gadis dihadapan rafi terkejut, dia tidak menyangka akan bisa berkenalan dengan anak paling populer se-sekolahan dan punya wajah tampan , iya aku lagi ada masalah makannya aku sedih , namaku shafa seraya melempar senyum kearah rafi, ini sebagai awal perkenalan kita sambil menjabat tangan dan tersenyum , mereka pun saling bertukar nomer hp.
Tak terasa bangku-bangku yang tadi kosong mulai terisi dengan para siswa , rafi merasa gak enak berada dalam kelas shafa karena bukan kelasnya sendiri dia pun berpamitan undur diri untuk menju kekelasnya . fi habis dapat apa kamu ? kelihatannya seneng banget gak kayak kemarin spa irfan sahabat rafi, irfan memang selalu menggoda rafi dia temen sebangku rafi yang datang lebih dulu di kelas , ‘gak ada apa-apa koq fan ‘ jawab rafi seadanya , gak mungkin kamu pasti menyembunyikan sesuatu z, kejar irfan lagi . nanti kalu udah waktunya akan ku kasih tau ndiri, z uddah dech low g mw ngasih tau , tapi q bolrh tau jenisnya ndak? Tanya irfan. Jenis emang apaan oq jenis? Cuma dapat kenalan cewek aja oq, udah g sah d bhz lagi , jawab irfan singkat, eeemmmmmm kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nich pada pandangan pertama , ejek irfan , kamu tu ada2 aja fan dah bel jangan becanda muluk,timpal rafi balik.
***
Sepertinya rafi mulai menemukan cintanya kembali yang pernah hilang pada diri shafa , kehadirannya tepat pada waktu rafi mulai bisa melupakan kekasihnya dulu dan dia ingin membuka hatinya lagi untuk orang lain , akan tetapi yang sampai sekarang membuat rafi gelisah , apakah shafa mempunyai persaan yang sama ke dia, hakl ini yang membuat rafi tak bisa tidur tenang
Hubungan mereka berdua sekarang terlihat lebih dekat , mulai dengan smsan biasa mereka menjadi lebih akrab dan lebih memahami satu sama lain , ketika waktunya ytang tepat rafi ingin sekali bisa membantu menyelesaikan maslah yang sedang dihadapi shafa
‘Met malem’, rafi mulai percakapan via sms
‘Mlm juga’, gimana kabar kamu? Blz shafa
‘Aku baik2 aja koq, u ndiri? Udah gak sedih kan?’ Tanya rafi
‘Aku sebenarnya ingin berbicara ke kamu tentang ini’, aku dah gak punya temen curhat lagi , ujar shafa
‘Ya sudah bilang saja kali’ aja q bisa bantu u’, rafi coba ngerti’in shafa
‘Q g enk low ngomong d sini bsk aja qta ktemuan d taman sekul s hbz sekulah’, jawab shafa
‘Z sdh nie dh mlm, met tdr j n mpe besok’, tutup rafi
***
Teman sebangku irfa pagi ini terlihat beda dari hari2 biasa , kelihatan lebih rapi serta wangi gak kayak biasanya dandan seadanya,hal ini memberi kejutan pada irfan yang tak pernah melihat sahabatnya ini seperti sekarang. “Hai bengong muluk masih pagi juga “ tegur rafi , “bukannya gitu fi tapi kamu hari ini kelihatan beda aja q perhatiin dari bawah mpe atas rapi bangetz” jawab irfan
Di dalam kelas rafi kelihatan tidak tenang dia tidak konsen pelajaran sampai2 guru biologi menegurnya, kenapa sich u kyk orang grogi gitu? Tanya irfan , iya nich fan q di ajak ketemuan ma shafa cewek yang kemarin q ceritain,jawab rafi , wah dah dapat debetan baru nich , g takut patah hati lagi?ledek irfan , sssstttt jangan keras-keras nanti di marahin pak hermawan,rafi mengingatkan , memang kapan? Tanya irfan, 15 menit lagi barusan aku d sms dia udah di lokasi,jawab rafi lirih , sukses aja buat kamu ya fi, support irfan, bel tanda pulang sekolah berbunyi sekaligus menyudahi perbincangan mereka .
***
Shafa yang dari tadi menunggu rafi d taman memainkan rambutnya yang teruarai memanjang , hal ini iya lakukan sambil menghilangkan ke bosanan menunggu rafi yang tak kunjung datang . terdengar suara dicit sepatu datang menuju ke araha taman di belakang sekolah semakin lama bunyi iotu semakin terdengar keras dan semakin cepat berdecit, suara itu dikeluarkan dari gesekan sepatuyang di pakai rafi
Maaf telat sudah menunggu lama z, tadi lagi ada pelajaran oq, jelas rafi dengan nada bersalah , emmt gpp oq q juga di sini baru sebentar, jawab shafa sambil tersenyum , eh kamu mau ngomongin apa ke aku? Tanya rafi, sebenernya kau lagi patah hati dengfan seseorang tetapi hal itu sudah terkikis sedikit demi sedikit semenjak pagi itu, di mana kamu datang menemaniku, maaf sebelumnya rasa ini tidak bisa aku pendam lebih lama lagi ini membuatku tersiksa, jelas shafa sambil menundukan kepala , aku juga mau bilang aku punya masalah yang sama seperti yang kamu alami , dan juga bisa hilang karenamu, jelas rafi singkat beberapa saat lamanya mereka terdiam tidak berkata apa-apa hanyut dalam perasaan masing-masing. setelah hari itu mereka tumbuh lah rasa cinta kasih di antaara keduanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar